Tuesday, August 23, 2016

Download Login Page Hotspot Mikrotik With Like Page Facebook

Login page ini merupakan login page yang di lengkapi login dengan login with like page facebook di mana user dapat login hanya dengan melike page facebook. berjalan di browsser crome, mozilla, safari dan opera


Rp. 150.000

Saturday, July 2, 2016

Free Download Login Page Mikrotik Hotspot Lebaran


Link Download Login Page Lebaran
Password  : Tulis email di kolom komentar /  Pm me 

Monday, June 6, 2016

Mikrotik Hotspot dengan Freeradius dan Daloradius

Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan tahapan membuat dan mengkonfigurasi sistem login pada hotspot mikrotik menggunakan freeradius dan Daloradius.

Penjelasan Singkat
Sebelum masuk pada langkah-langkah teknis membuat dan mengkonfigurasi hotspot mikrotik, freeradius dan daloradius, berikut penjelasan singkat mengenai komponen-komponen tersebut :

Mikrotik Hotspot

Mikrotik Hotspot adalah salah satu fitur pada mikrotik yang digunakan untuk menangani sistem login pada suatu jaringan komputer. Jaringan komputer yang dimaksud dapat berupa jaringan WiFi maupun jaringan kabel. Penggunaannya tergantung dengan keinginan network administrator. Pada umumnya sistem login ini diterapkan pada jaringan komputer WiFi yang sering disebut dengan nama Hotspot. Pada dasarnya Mikrotik telah menyediakan fungsi Hotspot yang siap pakai, artinya bahwa bila fitur Hotspot ini diaktifkan maka sistem login sudah siap untuk langsung digunakan.

Freeradius

Pada prinsipnya sistem login Hotspot melakukan fungsi Authentication, Authorization and Acounting (AAA) terhadap user yang ingin mengakses ke suatu jaringan komputer. Fitur Hotspot yang ada pada Mikrotik sebenarnya sudah memiliki fungsi AAA, hanya saja bila diimplementasi pada jaringan dengan skala pengguna / user yang besar, maka akan menguras hardware resources dari Mikrotik itu sendiri.
Freeradius adalah sebuah Radius Server berbentuk modul yang berfungsi sebagai protokol otentikasi pada suatu jaringan (Network Access Control). Dengan fungsinya itu, maka Freeradius dapat digunakan dalam sistem login untuk menangani authentication, authorization and accounting. Freeradius dapat digabungkan dengan layanan Mikrotik Hotspot sebagaiexternal AAA Server.

Daloradius

Daloradius adalah aplikasi web-based management yang berfungsi untuk manajemen hotspot. Daloradius memberikan kemudahan dalam manajemen user. Dalam implementasi, Daloradius diintegrasikan bersama freeradius dan mikrotik hotspot yang akan menghasilkan sistem login lengkap bagi Network Administrator.

Langkah-Langkah Instalasi dan Konfigurasi

# apt-get update
# apt-get upgrade
# apt-get install apache2 php5 php5-gd php-db php-pear mysql-server mysql-client freeradius freeradius-mysql subversion
# svn co https://daloradius.svn.sourceforge.net/svnroot/daloradius/trunk daloradius
# cp daloradius/ /var/www -R
# chown www-data:www-data /var/www/daloradius -R
# chmod 644 /var/www/daloradius/library/daloradius.conf.php
# mysql -u root -p
Enter password: (masukan password root mysql)
mysql> CREATE DATABASE radius;
mysql> quit
# cd /var/www/daloradius/contrib/db/# mysql -u root -p radius < fr2-mysql-daloradius-and-freeradius.sql
Enter password: (masukan password root mysql)

# nano /var/www/daloradius/library/daloradius.conf.php

$configValues['CONFIG_DB_PASS'] = ‘mysqlpassword’;

Lakukan konfigurasi sebagai berikut :

# nano /etc/freeradius/radiusd.confauth = no –> ( Ubah menjadi “yes” )
authbadpass = no –>( Ubah menjadi “yes” )
authgoodpass = no –> ( Ubah menjadi “yes” )

proxy_request = yes –> ( Ubah menjadi “no” )

#$INCLUDE sql.conf –> ( Hilangkan # )
# nano /etc/freeradius/sql.conf

# Connection info:
server = “localhost”
#port = 3306
login = “root”password = “” (password root mysql anda)
# Database table configuration for everything except Oracle
radius_db = “radius”#readclient = yes –> ( Hilangkan tanda pagar )

# nano /etc/freeradius/client.conf

client 192.168.10.0/29 { –> network yang diperbolehkan mengakses Radius Server
secret = radiusserver
shortname = private-network-akses
}
# nano /etc/freeradius/sites-enabled/default

Uncomment sql pada bagian authorize{}
# See “Authorization Queries” in sql.conf
sql

Uncomment sql pada bagian accounting{}
# See “Accounting queries” in sql.conf
sql

Uncomment sql pada bagian session{}
# See “Simultaneous Use Checking Queries” in sql.conf
sql

Uncomment sql pada bagian post-auth{}
# See “Authentication Logging Queries” in sql.conf
sql
# mysql -u root -p
Enter password: (password root mysql anda)
mysql> use radius;
mysql> INSERT INTO radcheck (UserName, Attribute, Value) VALUES (“coba”, “Password”, “coba”);
mysql> quit

# service freeradius restart
Stopping FreeRADIUS daemon: freeradius.
Starting FreeRADIUS daemon: freeradius.

Sekarang bukalah web browser dan pada address bar isikan http://ipserver/daloradius.
user : administrator
password : radius

setelah berhasil login, jangan lupa untuk mengubah password defaulnya di Config > Operator > Edit Operator > administrator.

Lalu buatlah sebuah user di Management > Users > New User – Quick add
Isilah form Username dan Password lalu klik Aplly.

Setelah itu login-lah ke mikrotik anda, buatlah sebuah hotspot, yang belum tahu bisa lihat disini.
Pada Server Profiles hotspot, double klik pada profile yang aktif lalu klik tab Login, pada Login by centang semua untuk MAC, HTTP CHAP, HTTP PAP, Cookie, HTTPS, Trial. Lalu buka tab RADIUS dan beri centang pada Use Radius. Lalu klik Apply dan OK.

Masih di MikroTik, bukalah RADIUS, klik (+) untuk menambahkan RADIUS Client, beri tanda centang Service berikut ppp, hotspot, dhcp, login. Pada Address, isi dengan IP Server Radius anda, dan Secret-nya sesuaikan dengan yang telah anda pasang di RADIUS Server, lalu klik Apply dan Ok.

Mengenal Aplikasi Mobile Website Mobile Hybrid dan Mobile Native


Sekarang bukan era dimana para marketer memanfaatkan iklan tradisonal seperti banner atau billboard yang mengkomunikasikan dan meyakinkan konsumen untuk memakai produk mereka. Cara komunikasi searah seperti ini sudah digeser oleh mereka yang memanfaatkan teknologi mobile sebagai media promosi. karena perangkat mobile seperti smartphone mengomunikasikan produk dengan sentuhan personal. Aplikasi mobile sendiri terdiri dari tiga macam, yakni website app, aplikasi mobile hybrid dan aplikasi mobile native. Banyak pemilik bisnis bingung memutuskan aplikasi mobile yang seperti apakah yang cocok untuk bisnis mereka. Mari kenali tentang ketiganya dan cermati kebutuhan Anda untuk memutuskannya.

1. Mobile Website

Mobile website memiliki banyak pengunjung karena didukung dengan akses multi platform. Dengan menggunakan bahasa HTML, JavaScript dan CSS memungkinkan setiap perangkat mobile dapat mengaksesnya hanya dengan syarat jika memiliki aplikasi browser didalamnya dan hampir semua ponsel telah memilikinya, tentunya ini adalah kemudahan tersendiri.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan, yakni jika Anda telah menginginkan website anda terintegrasi dengan desain responsif yang mobile-freindly hingga tetap dapat bekerja maksimal walaupun diakses pada perangkat mobile, dapat dimulai dengan melihat komponen CSS Anda, jika komponen tersebut menutupi desain responsif, Anda dapat menambahkan media query yang bertugas menentukan style tampilan sesua dengan perangkat yang digunakan. Anda dapat membuat beberapa query yang dapat bertugas dalam beberapa kategori perangkat, seperti untuk perangkat mobile termasuk smartphone, ponsel, tablet hingga perangkat dengan layar besar seperti laptop dan personal komputer.

Mobile Website sangat dibutuhkan untuk sebuah bisnis yang baru terbentuk sehingga membutuhkan media yang menyampaikan informasi yang dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan melalui perangkat apapun. Mobile website juga akan membantu dalam pengenalan brand, pembentukan kepercayaan dan mendatangkan konsumen.

2. Aplikasi Mobile Hybrid

Saat pengembang menambahkan kode web dengan Software Development Kit (SDK) untuk dijadikan sebuah aplikasi mobile, contoh kode untuk sebuah web menggunakan salah satu bahasa seperti (HTML atau JavaScript) dan kode tersebut dicompile menjadi sebuah kode native untuk setiap target platform. Hasilnya adalah sebuah aplikasi mobile yang ekslusif untuk platform tertentu.
sekaiUntuk perusahaan yang sudah memiliki website kemudian ingin menjadi lebih dekat dengan konsumen mereka melelui aplikasi mobile namun dengan biaya yang terjangkau, aplikasi mobile hybrid adalah alternatifnya. karena aplikasi ini adalah hasil pengembangan dari web yang ada yang secara otomatis tidak terlalu banyak memakan waktu dan biaya produksi. Walau dengan biaya terjangkau, aplikasi ini tetap dapat meningkatkan visibilitas karena aplikasi jenis ini sudah dapat didistribusikan melalui toko aplikasi.

3. Aplikasi Mobile Native

Aplikasi jenis ini dimulai dengan menargetkan platform mana yang akan menjadi sasaran, baru kemudian aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman sesuai dengan target paltform. Contohnya aplikasi native yang ditujukan untuk platform windows, maka bahasa pemrograman yang digunakan adalah C#, Visual Basic, C++ bersama XAML, untuk UI (User Interface). Atau bisa juga menulis dengan bahasa JavaScript, bersama HTML, CSS dan WinJS untuk UI. Pada platform Android, aplikasi native umumnya dibuat dengan bahasa pemrograman java dan pada iOS menggunakan Objective-C. Dari kekhususan yang dibawa oleh aplikasi native terutama dalam pembutannya, pastikan Anda telah melakukan riset sebelumnya. Platform manakah yang akan menjadi target pasar Anda. Riset yang dapat membantu Anda dalam menentukan keputusan ini adalah dengan menghitung kunjungan website, dengan meneliti beberapa komponen yakni; pengunjung mengakses melalui apa, dan menggunakan platform apa.

Aplikasi ini diperuntukan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan visibilitas bisnis dan membuat konsumennya seolah berada dirumah sendiri. Biaya yang diperlukan memang cukup mahal dibandingkan dengan aplikasi hybrid namun aplikasi mobile native memberikan user experience lebih baik daripada hybrid. Aplikasi hybrid tidak pernah mampu menyamai user experience unik yang didapat dari aplikasi native.

Saturday, May 28, 2016

7 Bahasa Pemrograman Baru Di Tahun 2016 Yang Wajib Kamu Coba


Sebagai seorang programmer terkadang perlu mempelajari bahasa pemrograman baru untuk tetap meningkatkan wawasan dan keterampilannya. Berikut ini daftar bahasa pemrograman baru di tahun 2016 yang bisa dapat pelajari .

1. Google Go
Google Go Programming Languange diciptakan oleh Google pada tahun 2009. Bahasa ini telah digunakan oleh beberapa situs besar seperti BBC, Soundcloud, dan Facebook. Google Go mengandalkan kemudahan dan efisiensi dalam membuat program.

2. Swift
Swift dirilis Apple pada tahun 2014 bersamaan dengan event WWDC. Menurut Apple Swift menggabungkan kemampuan terbaik dari Python dan Ruby. Diprediksi bahasa Swift akan menggantikan Objective C untuk mengembangkan aplikasi iOS. Ingin mencoba silahkan kunjungi

3. Hack
Hack adalah bahasa pemrograman baru yang diluncurkan oleh Facebook. Dalam satu tahun yang lalu Facebook telah mengubah kode PHP mereka dengan Hack. Bahasa ini dapat diandalkan untuk website yang memiliki lalu lintas padat tiap hari.

4. Rust
Rust diluncurkan pada tahun 2014 oleh Mozilla. Selama 6 bulan terakhir jumlah pengguna Rust di dunia meningkat dan diharapkan dapat dicintai oleh semua programmer. Ingin mencoba silahkan kunjungi

5. Julia
Julia digambarkan sebagai bahasa tingkat tinggi, kinerja tinggi, dan bahasa pemrograman dinamis untuk komputasi teknis. Diprediksi bahasa julia akan mempunyai berpengaruh di masa depan.

6. Scala
Scala merupakan bahasa yang fungsional dan sangat scalable, sehingga menarik perhatian perusahaan besar seperti Twitter, Linkedln, dan Intel.

7. Dart
Dart merupakan bahasa lain yang dikembangkan oleh Google, selain bahasa Google GO. Bahasa ini memiliki kinerja tinggi untuk pengembangan aplikasi modern. Dart diperkenalkan sebagai pengganti Javascript yang saat ini terus mengalami peningkatan.

Jika ada bahasa pemrograman baru yang lain, silahkan tambahkan dikolom komentar!

Friday, May 27, 2016

Download Login Hotspot Mikrotik Dengan Facebook


Login page ini merupakan login page yang di lengkapi login gengan facebook di mana user dapat login mengunakan akun facebook mereka. Demo login wifi dengan facebook


Link Download Login Page Lebaran
Password : Tulis email di kolom komentar / Pm me

Thursday, May 26, 2016

Rangkuman ASD



#include stdio.h
#include stdlib.h
typedef struct simpul DNode;
struct simpul
{
    int data;
    DNode *prev;
    DNode *next;
};
void message_gagal();
void message_gagal_delete();
DNode *head = NULL, *tail = NULL, *baru;
void allocate_DNode (int x)
{
    baru = (DNode *) malloc (sizeof(DNode));
    if(baru==NULL)
    {
        printf("Alokasi Gagal\n");
        exit(1);
    }
    else
    {
        baru->data=x;
        baru->next=NULL;
        baru->prev=NULL;
    }
}

void buat_list()
{
    printf("Data Masih Kosong, List Akan Dibuat\n");
    system("PAUSE");
    head = tail = baru;
}

void sisip_awal()
{
    if(head==NULL && tail==NULL)
        buat_list();
    else
    {
        baru->next=head;
        head->prev=baru;
        head=baru;
    }
}
void sisip_akhir()
{
    if(head==NULL && tail==NULL)
        buat_list();
    else
    {
        baru->prev=tail;
        tail->next=baru;
        tail=baru;
    }
}
void sisip_sebelum(int s)
{
    DNode *before=head;
    int cek=0;
    if(before->next==NULL)
        cek=1;
    else
    {
        while(before->next->data!=s)
        {
            before=before->next;
            if(before->next==NULL)
            {
                cek = 1;
                break;
            }
        }
    }
    if(cek==0)
    {
        baru->prev = before;
        baru->next = before->next;
        before->next->prev = baru;
        before->next = baru;
    }
    else
        message_gagal();
}
void sisip_sesudah(int s)
{
    DNode *after=tail;
    int cek=0;
    if(after->prev == NULL)
        cek=1;
    else
    {
        while(after->prev->data!=s)
        {
            after=after->prev;
            if(after->prev==NULL)
            {
                cek = 1;
                break;
            }
        }
    }
    if(cek==0)
    {
        baru->next = after;
        baru->prev = after->next;
        after->prev->next = baru;
        after->prev = baru;
    }
    else
        message_gagal();
}
void free_DNode(DNode *p)
{
    free(p);
    p=NULL;
    printf("Data Telah Terhapus\n");
}
void hapus_satu()
{
    DNode *hapus = head;
    head = NULL;
    tail = NULL;
    free_DNode(hapus);
}
void hapus_awal()
{
    DNode *hapus = head;
    head->next->prev = NULL;
    head = head->next;
    free_DNode(hapus);
}
void hapus_akhir()
{
    DNode *hapus = tail;
    tail->prev->next = NULL;
    tail = tail->prev;
    free_DNode(hapus);
}
void hapus_tengah(int s)
{
    DNode *hapus=head;
    int cek=0;
    while(hapus->data!=s)
    {
        if(hapus->next==NULL)
        {
            cek=1;
            break;
        }
        hapus = hapus->next;
    }
    if(cek==0)
    {
        hapus->prev->next = hapus->next;
        hapus->next->prev = hapus->prev;
        free_DNode(hapus);
    }
    else
        message_gagal_delete();
}
void message_gagal()
{
    printf("Simpul Baru Tidak Bisa Di Sisipkan\n");
    system("PAUSE");
}
void message_gagal_delete()
{
    printf("Tidak Ada Data Yang Di Hapus\n");
    system("PAUSE");
}
void tampil()
{
    DNode *p= head;
    printf("\nData Simpul ==> ");
    while(p!=NULL)
    {
        printf("%d ", p->data);
        p=p->next;
    }
    printf("\n\n");
}

void main()
{
    head=baru;
    int pilih, data, s;
    char lagi='y';
    while(lagi=='y')
    {
        system("CLS");
        tampil();
        printf("*-- MENU --* : \n");
        printf("1. Sisip Awal\n");
        printf("2. Sisip Akhir\n");
        printf("3. Sisip Sebelum Simpul\n");
        printf("4. Sisip Sesudah Simpul\n");
        printf("5. Hapus Awal\n");
        printf("6. Hapus Akhir\n");
        printf("7. Hapus Tengah\n");
        printf("\nPilih Menu : ");
        scanf("%d", &pilih);
        switch(pilih)
        {
        case 1 :
            printf("Input Data : ");
            scanf("%d", &data);
            allocate_DNode(data);
            sisip_awal();
            break;
        case 2 :
            printf("Input Data : ");
            scanf("%d", &data);
            allocate_DNode(data);
            sisip_akhir();
            break;
        case 3 :
            printf("Input Data : ");
            scanf("%d", &data);
            allocate_DNode(data);
            if(head==NULL && tail==NULL)
                buat_list();
            else
            {
                printf("di Input sebelum : ");
                scanf("%d",&s);
                if(s==head->data)
                    sisip_awal();
                else
                    sisip_sebelum(s);
            }
            break;
        case 4 :
            printf("Input Data : ");
            scanf("%d", &data);
            allocate_DNode(data);
            if(head==NULL && tail==NULL)
                buat_list();
            else
            {
                printf("di Input sesudah : ");
                scanf("%d",&s);
                if(s==tail->data)
                    sisip_akhir();
                else
                    sisip_sesudah(s);
            }
            break;
        case 5 :
            if(head == NULL && tail == NULL)
                message_gagal_delete();
            else if(head == tail)
                hapus_satu();
            else
                hapus_awal();
            break;
        case 6 :
            if(head == NULL && tail == NULL)
                message_gagal_delete();
            else if(head == tail)
                hapus_satu();
            else
                hapus_akhir();
            break;
        case 7 :
            printf("Data Yang Di Hapus : ");
            scanf("%d", &data);
            if(head == NULL && tail == NULL)
                message_gagal_delete();
            else if(data == head->data && data == tail->data && head
                    == tail)
                hapus_satu();
            else if(data == head->data)
                hapus_awal();
            else if(data == tail->data)
                hapus_akhir();
            else
                hapus_tengah(data);
            break;
        }
        fflush(stdin);
        printf("Lagi (y/n) ? ");
        scanf("%c", &lagi);
    }
}



#include stdio.h
#include stdlib.h
typedef struct simpul DNode;
struct simpul{
    int data;
    DNode *next;
    DNode *prev;
};

DNode *head=NULL, *tail=NULL, *baru;
void allocate_note(int x) {
    baru = (DNode *) malloc (sizeof(DNode));
    if(baru==NULL) {
        printf("alokasi gagal");
        exit(1);
    }else{
        baru->data = x;
        baru->next = NULL;
        baru->prev = NULL;
    }
}
void cetak_head_tail() {
    DNode *p = head;
    while(p!=NULL){
        printf("%d ", p->data);
        p = p->next;
    }printf("\n");
}

void sisip_awal(){
    baru->next = head;
    head->prev = baru;
    head = baru;
}

void sisip_akhir() {
    tail->next = baru;
    baru->prev = tail;
    tail = baru;
}

void sisip_sebelum(int x) {
    DNode *before = head;
    while(before->data != x)
        before = before->next;
    baru->prev = before->prev;
    baru->next =  before;
    before->prev->next = baru;
    before->prev = baru;
}

void sisip_setelah(int x) {
    DNode *after = head;
    while(after->data != x)
        after = after->next;
    baru->next = after->next;
    baru->prev =  after;
    after->next->prev = baru;
    after->next = baru;
}

void free_Node(DNode *p) {
    free(p);
    p = NULL;
}

void hapus_awal(){
    DNode *hapus = head;
    head = head->next;
    head->prev = NULL;
    free_Node(hapus);
}

void hapus_akhir(){
    DNode *hapus = tail;
    tail = tail->prev;
    tail->next = NULL;
    free_Node(hapus);
}

void hapus_simpul(int x) {
    DNode *hapus = head;
    while(hapus->data != x)
        hapus = hapus->next;
    hapus->prev->next = hapus->next;
    hapus->next->prev = hapus->prev;
    free_Node(hapus);
}

void main(){
    allocate_note(10);
    head=tail=baru;
    cetak_head_tail();
    allocate_note(5);
    sisip_awal();
    cetak_head_tail();
    allocate_note(12);
    sisip_akhir();
    cetak_head_tail();
    allocate_note(8);
    sisip_sebelum(10);
    cetak_head_tail();
    allocate_note(9);
    sisip_setelah(8);
    cetak_head_tail();
    hapus_awal();
    cetak_head_tail();
    hapus_akhir();
    cetak_head_tail();
    hapus_simpul(9);
    cetak_head_tail();

}